"Saya coba untuk mengikuti ritmenya, saya coba menyeimbangkan tempo permainannya. Tapi akhirnya ya banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga dia dapat poinnya cukup gampang," kata Jonatan.

Dalam kesulitannya tersebut, Jonatan bukannya tidak berupaya memperbaiki kesalahannya. Ia juga terus berupaya mengejar ketertinggalan poin yang ia derita dari Kunlavut.

Namun pertahanan dan kemampuan Kunlavut dalam memainkan pola dan ritme yang dinamis membuatnya mampu mengungguli Jonatan.