NADIKABAR.COM — Juara dunia kelas super bulu (59 kg) World Boxing Council (WBC) O'Shaquie Foster bersiap menjamu Emanuel Navarette dalam duel sesama juara dunia di Frost Bank Center, Texas, Amerika Serikat, 24 Oktober.

"Foster akan mempertaruhkan gelar juara dunia WBC miliknya melawan Navarette dari Meksiko," demikian keterangan WBC dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Foster akan menghadapi petinju tangguh Navarrete yang datang dengan status sebagai juara dunia kelas super bulu versi International Boxing Federation (IBF) dan World Boxing Organization (WBO).

Petinju asal Amerika Serikat itu akan berusaha mempertahankan sabuk Emas dan Hijau dengan membawa rekor 25 kemenangan termasuk 12 kemenangan knockout (KO) dan tiga kekalahan.

Foster pertama kali merebut gelar WBC kelas super bulu pada Februari 2023. Saat itu, ia mengalahkan Rey Vargas melalui kemenangan angka mutlak (unanimous decision) untuk menjadi juara dunia.

Namun, masa kejayaan Foster sebagai juara sempat berakhir ketika ia menghadapi Robson Conceicao. Foster kalah melalui keputusan angka dan harus menyerahkan sabuk WBC kepada petinju asal Brasil tersebut.

Kekalahan itu tidak berlangsung lama dan bukan menjadi akhir perjalanan Foster sebagai juara. Dalam pertandingan ulang, Foster berhasil membalas kekalahannya dan merebut kembali gelar WBC, sehingga kembali menjadi juara dunia kelas super bulu.

Foster kemudian melanjutkan kiprahnya dengan menghadapi Raymond Ford pada 30 Mei. Dalam pertarungan tersebut, petinju berusia 32 tahun itu tampil meyakinkan dan meraih kemenangan melalui keputusan angka mutlak.

Sedangkan, Navarrete memperkuat posisinya sebagai salah satu petinju terbaik di kelas super bulu setelah merebut sabuk IBF. Ia menjadi juara gabungan WBO dan IBF melalui kemenangan KO dominan atas Eduardo Nunez pada ronde ke-11, 28 Februari.

Kemenangan tersebut semakin memperkokoh catatan profesional Navarrete. Petinju berjuluk "Vaquero" itu kini memiliki 40 kemenangan (33 KO), serta dua kekalahan dan satu hasil tanpa hasil atau no contest.

Jika seluruh sabuk yang dimiliki kedua petinju dipertaruhkan, maka pemenang pertarungan akan membawa pulang tiga gelar dunia kelas super bulu, yakni IBF, WBO, dan WBC.