"Saya menggunakan eco enzyme itu untuk membersihkan rumah dan vihara dan ternyata luar biasa sekali. Tanpa memakai kimia ataupun sabun-sabun dari luar ternyata bisa bersih dan bau-baunya juga semua sudah hilang," ucap Juliana.

Tak hanya untuk lantai, Juliana menyebut cairan ini bisa digunakan untuk membersihkan hal-hal lainnya, mulai dari mencuci piring, tangan, baju, hingga mengelap kompor dan dapur.

Padahal, bahan yang digunakan dari bahan alami seluruhnya, yakni bekas kulit buah, air, dan gula merah. Juliana pun sempat menjelaskan cara pembuatan cairan eco enzyme tersebut.

"Resep 1 kg gula, 3 kg kulit buah, dan 10 liter air dalam wadah plastik yang 20 liter. Atau pakai galon juga bisa. Kalau pakai galon ada tips dan triknya, memakai penutupnya itu tidak ditutup tapi di di-cover dengan plastik dan dikaretkan selama 1 bulan," ujar Juliana.

Juliana mengatakan pembuatan 10 liter atau satu wadah eco enzyme saja sudah dapat mengelola sebanyak 3 kg sampah organik. Sampah organik itu juga tidak hanya bersumber dari rumah, tapi bisa didapat melalui kolaborasi dengan penjual di pasar atau penjual produk berbahan buah di jalan.