Hasil akhirnya, lanjut Devie, berupa pemetaan mekanisme bagaimana normalisasi terhadap vaping dapat terbentuk.
"Algoritma tidak bekerja sendirian, tetapi ada teman, keluarga, produk, komunitas dan lingkungan sosial. Persoalan digital pada akhirnya tetap merupakan persoalan manusia," ujar peneliti Klinik Digital, Wiratri Anindhita menambahkan.
Temuan tersebut kemudian menjadi dasar bagi Klinik Digital untuk melihat kembali kebutuhan pencegahan dan keterkaitannya dengan jejaring sosial yang telah dimiliki BNN.
Klinik Digital terlebih dahulu memetakan persoalan vaping. Setelah struktur masalah terbentuk, penelitian justru menemukan bahwa arah pencegahan BNN hari ini, relevan dengan karakter risiko yang ditemukan.
BNN dinilai memiliki modal penting ketika ancaman semakin kompleks yaitu pengalaman pencegahan, jejaring masyarakat, sekolah dan komunitas, perhatian terhadap generasi muda, serta kapasitas kolaborasi lintas sektor.
Rilis penelitian juga mencatat kekuatan jaringan pencegahan BNN pada masyarakat, sekolah dan komunitas.
"Kami memetakan masalahnya terlebih dahulu. Justru setelah peta itu terbentuk, terlihat bahwa kekuatan pencegahan sosial yang selama ini dibangun BNN semakin relevan dengan tantangan generasi muda hari ini," ujar peneliti Klinik Digital, Andhita Yukihana.
"Institusi yang kuat bukan hanya mampu menghadapi ancaman yang sudah terlihat, namun, yang mampu membaca perubahan sebelum perubahan itu menjadi jauh lebih besar," imbuh Yukihana.