Karena itu, Luthfi meminta Bank Indonesia dan pihak terkait mengidentifikasi wilayah lain yang berpotensi mendapatkan bantuan serupa.

"Kalau ada beberapa tempat menggunakan penggilingan skala kecil, nanti akan menjadi besar. Ini merupakan suatu model yang bisa dikembangkan di wilayah kita," kata Luthfi.

Luthfi juga mengingatkan kelompok tani penerima bantuan agar merawat mesin dan memastikan pengoperasiannya dilakukan secara bertanggung jawab.

Perwakilan Gapoktan Maju Makmur Sudarno mengatakan, penggunaan mesin diesel sebelumnya membutuhkan tenaga lebih banyak, termasuk untuk menghidupkan mesin yang harus dilakukan secara manual.

"Kalau sebelumnya butuh 20 liter untuk 2 ton beras, setelah elektrifikasi beli token listrik Rp500 ribu bisa 5-6 ton," ujar Sudarno.

"Setelah menggunakan listrik, alhamdulillah, dengan bantuan dari Gubernur ini, penggilingan bisa berjalan lebih lancar dan lebih banyak lagi masyarakat tani yang memanfaatkan dan konsumen juga lebih tertarik pada beras yang dihasilkan," lanjutnya.

Menurut Sudarno, penggunaan mesin listrik juga berdampak pada peningkatan hasil produksi dan ketertarikan konsumen terhadap beras yang dihasilkan.