"Begitulah cara mereka mendapatkan hasil-hasil ini. Tidak ada identitas, tidak ada jiwa dalam tim ini. Anda bisa saja mengubah sistem. Mungkin Anda bisa mengalahkan beberapa tim, seperti Lecce-beberapa tim di Italia memang tidak terlalu kuat. Mereka mungkin terlihat apik, tetapi tidak memiliki ketajaman di depan gawang," ujar Di Canio, kepada Sky Sport Italia.
"Tidak ada jiwa. Anda tidak melihat secercah harapan. Mungkin terlihat bagus selama sepuluh atau 15 menit, tetapi setelah itu, pemain seperti Kalulu-yang biasanya bisa diandalkan dan selalu mengambil keputusan tepat-malah melakukan kesalahan-kesalahan seperti itu."
"Situasinya benar-benar kacau. Saya tidak paham bagaimana mereka bisa menemukan solusi untuk ini," jelasnya.