NADIKABAR.COM — Direktur Bisnis dan Operasional PT Jakarta Tourisindo (Perseroda) (Jakarta Experience Board/JXB) Devin Pranata menyatakan kerja sama pembuatan mikrodrama dengan rumah produksi (production house) asal China dapat menjadi peluang untuk meningkatkan ekonomi pelaku UMKM di Jakarta.
Jakarta Tourisindo – kini beroperasi dengan menggunakan brand JXB – merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Jakarta yang bergerak di bidang pariwisata, perhotelan, ekonomi kreatif, dan penataan estetika kota.
“Kolaborasi dengan banyak production house (rumah produksi) di Jakarta, maupun juga di luar seperti yang sudah terjadi di China, bisa menaikkan tidak hanya revenue (pendapatan) bagi rumah produksi, tapi juga menaikkan revenue untuk UMKM kita,” ujar Devin Pranata saat ditemui di Jakarta, Selasa sore (22/9).
Menjawab pertanyaan ANTARA usai menghadiri “Guangdong Meets the Asia‑Pacific – China Finds: Guangdong Goods, Global Reach Indonesia Promotion Event”, ia menuturkan bahwa sektor UMKM merupakan salah satu aspek ekonomi yang seringkali mendapatkan dampak positif dari setiap proses produksi film berlangsung di Jakarta, mengingat banyaknya kru yang terlibat.
Menurutnya, produk UMKM yang mengalami peningkatan permintaan akibat kegiatan kreatif tersebut tidak hanya terbatas pada produk kuliner, tapi juga mencakup kerajinan (craft). Dengan adanya produksi karya bertaraf internasional itu, produk UMKM Indonesia pun diharapkan semakin terekspos di tingkat global.
Selain berdampak terhadap UMKM, Devin mengatakan proses produksi film di Jakarta ini juga berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut pada masa mendatang.
Berbagai lokasi yang terekspos sebagai latar pembuatan karya sinematografi tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat para pelancong untuk menjelajahi lebih banyak tempat wisata di Jakarta serta memperpanjang waktu mereka menginap (length of stay).
Untuk merealisasikan potensi tersebut, pada bulan lalu, pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan para pelaku industri kreatif asal Guangdong, China, terkait kerja sama produksi film di Jakarta.
“Tidak hanya itu, sebetulnya di tahun ini juga banyak kolaborasi-kolaborasi MOU yang lain, khususnya di dunia perfilman supaya kita bisa mengeksplorasi lebih jauh terkait dengan industri perfilman di Jakarta,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar China di Jakarta Wang Siping menyoroti bahwa Guangdong merupakan salah satu provinsi paling aktif dalam kerja sama investasi antara China dan Indonesia.
Ia juga menilai ikatan budaya antara Guangdong dan Indonesia kini semakin kuat, sehingga membuka ruang interaksi antarmasyarakat (people-to-people) yang semakin besar.
Ia turut mengapresiasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) baru-baru ini antara Southern Media Group – media nasional milik pemerintah China yang berbasis di Guangzhou, Guangdong – dan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA.
“Kedua pihak akan bekerja sama untuk mempromosikan peluang pembangunan kedua negara, inovasi sains dan teknologi, serta pariwisata budaya melalui pertukaran siaran,” kata Wang Siping.
Event promosi budaya dan pariwisata Guandong tersebut pun turut dihadiri oleh Direktur Pemberitaan Redaksi NadiKabar Virgandhi Prayudantoro.
Ia mengapresiasi gelaran tersebut dan berharap kegiatan itu dapat mendorong kerja sama yang lebih erat antara Indonesia dan China.