"KA Pandanwangi setiap harinya melayani empat perjalanan dengan relasi Jember–Ketapang PP. Kehadiran layanan ini menjadi salah satu pilihan transportasi andalan masyarakat yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Jember dan Banyuwangi," tuturnya.

Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan KA Pandanwangi juga tercermin dari volume penumpang yang terus bergerak. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026 telah melayani sebanyak 937.942 penumpang, dengan rata-rata sekitar 93.794 penumpang setiap bulannya.

Adapun volume penumpang tertinggi tercatat pada Mei 2026, yakni mencapai 102.806 penumpang. Peningkatan tersebut salah satunya dipengaruhi momentum libur nasional dan cuti bersama yang mendorong masyarakat melakukan perjalanan untuk berlibur, bersilaturahmi, maupun mengunjungi berbagai destinasi.

Cahyo mengatakan penambahan stasiun pemberhentian KA Pandanwangi merupakan bagian dari upaya KAI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas jangkauan transportasi kereta api bagi masyarakat.

“Melalui GAPEKA 2026, kami ingin memastikan layanan kereta api semakin dekat dan mudah diakses oleh masyarakat. Penambahan pemberhentian di Stasiun Argopuro, Sumberwadung, dan Glenmore diharapkan memberikan alternatif perjalanan yang lebih praktis, sehingga semakin banyak masyarakat dapat merasakan manfaat transportasi kereta api," katanya.