Ia berharap keterlibatan aktif seluruh pihak dapat menciptakan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran sebelum meluas.
"Kita mendorong semua pihak untuk aktif melakukan pencegahan. Insyaallah, dalam enam sampai tujuh bulan pada 2027 mendatang, tidak ada lagi karhutla dan kabut asap," ujarnya.
Menurutnya, penguatan gotong royong masyarakat desa menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan karhutla yang tidak hanya mengandalkan penanganan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga mengutamakan kesiapsiagaan dan perlindungan lingkungan sejak awal.
Dengan demikian, sinergi antara pemerintah, aparat, akademisi, dan masyarakat diharapkan mampu menekan risiko karhutla serta menjaga keberlanjutan ekosistem gambut di Sumatera Selatan.