"Kayak misalkan yang ada di Bengkulu juga melaksanakan operasi rutin diarahkan ke Pulau Enggano sana. Jadi tetap, tetap jalan," sebutnya.

Syafii juga menjelaskan soal temuan jenazah di Enggano yang belakangan teridentifikasi sebagai ABK dari kapal pengangkut jurnalis yang hilang bernama Surakman. Dia mengatakan jasad tersebut sempat dimakamkan warga.

"Dan itu sudah dimakamkan. Dan waktu itu dari data-data, mulai dari pakaian, semuanya, sudah ditunjukkan ke keluarganya. Dari keluarga korban nggak ada satu pun yang mengakui. Tapi pada saat diambil tes DNA baru cocok," ujarnya.