NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memotong kabel semrawut di sejumlah jalan. Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menargetkan 20 kilometer jaringan kabel optik udara dipindah ke bawah tanah.

"Ini kelanjutan dari progres penurunan kabel atas yang semrawut, kemudian juga tidak beraturan. Tahun ini target kita total 20-an kilometer untuk penurunan kabel atas. Kemudian baru terealisasi sampai dengan bulan Oktober ini di 9 kilometer," kata Dedie Rachim seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026).

Dedie menyebut pemotongan secara bertahap dilanjutkan ke kawasan Air Mancur, Jalan Merdeka, kawasan Suryakencana hingga Sukasari. Penertiban kabel udara dilakukan agar kota lebih rapi.

"Migrasi kabel jaringan fiber optik dari udara ke bawah tanah telah dimulai sejak 2021-2022 dan terus dilanjutkan melalui kerja sama dengan Apjatel. Jadi kita sama-sama untuk masyarakat yang akan merasakan dampak dari estetika kota," kata Dedie.

Dedie ikut memotong kabel semrawut pada Rabu (14/10). Penertiban digelar bersama Dinas PUPR, kepolisian dan pihak Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia (Apjatel) Kota Bogor.

Koordinator Daerah Apjatel Kota Bogor Rudyana Sakti mengatakan tidak ada penerbitan izin baru untuk pemasangan tiang dan kabel udara. Saat ini, pemasangan kabel optik secara keseluruhan menggunakan sistem saluran bawah tanah.

"Ruas-ruas jalan di Kota Bogor tidak boleh lagi ada kabel udara. Semua turun ke bawah. Tidak ada izin pembangunan tiang baru. Untuk perizinan penarikan kabel juga harus ada rekomendasi jalur bawah tanah. Jadi semua provider sudah harus menurunkan kabel dari udara ke bawah tanah," kata Rudyana.