Bupati Magelang Grengseng Pamuji, menyebut wilayahnya memiliki potensi agroklimat yang mendukung pengembangan sapi perah. Terdapat delapan kecamatan dengan kondisi wilayah yang sesuai untuk peternakan tersebut.

Salah satu kawasan yang ekosistem peternakannya telah berkembang adalah Kecamatan Ngablak.

Meski demikian, pengembangan peternakan sapi perah di Magelang masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan populasi ternak dan kapasitas produksi koperasi.

Menurut dia, saat ini terdapat dua koperasi peternak sapi perah, yakni Sapto Argo dan Amarto. Produksi masing-masing koperasi masih di bawah 2.000 liter per hari sehingga belum memenuhi kapasitas untuk memasok langsung ke industri pengolahan susu (IPS).

Akibatnya, peternak masih bergantung pada perantara dalam memasarkan susu. Kondisi tersebut turut mempengaruhi harga jual yang diterima peternak.

Karena itu, ia berharap pengembangan sapi perah di Magelang tidak hanya berorientasi pada peningkatan populasi dan produksi, tetapi juga dibarengi pembenahan manajemen koperasi serta penguatan kemitraan dengan industri pengolahan susu.