Akan tetapi, menurut dokumen pemerintah Italia yang dilihat AFP, Flavio ternyata juga memiliki status kewarganegaraan Italia sejak tahun 2023.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa anggota keluarga Flavio telah diperiksa dan diizinkan masuk "sesuai dengan hukum dan prosedur imigrasi yang berlaku".
Presiden AS Donald Trump, yang menuduh pilpres Brasil "dicurangi" dan "korup", telah mengatakan bahwa dirinya menyambut baik Flavio jika datang ke AS. Dalam pernyataannya, Flavio mengucapkan terima kasih kepada Trump.
Dia juga mengklaim dirinya sebagai korban persekusi politik dan "perburuan penyihir" atau "witch hunt" seperti ayahnya. Jair Bolsonaro, ayah Flavio, sedang menjalani masa hukuman 27 tahun penjara atas tuduhan mengupayakan kudeta usai kalah dari Lula da Silva dalam pilpres 2022 lalu.
Flavio, dalam pernyataannya, membandingkan dirinya dengan Charles de Gaulle dari Prancis atau Juan Guaido dari Venezuela. "Saya bukan orang pertama yang harus berjuang demi negara saya saat berada jauh darinya," ucapnya.