Ibnu menyebut kabut asap tersebut sudah berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Batam.

BMKG memprediksi potensi sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai dalam beberapa waktu ke depan. Kondisi tersebut diperkirakan dapat berlangsung hingga September sampai pertengahan Oktober 2026.

"Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi sebaran asap dan munculnya titik hotspot akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diprediksi masih akan bertahan dan perlu diwaspadai hingga bulan September sampai pertengahan Oktober 2026," jelasnya.

BMKG mengimbau masyarakat membatasi kegiatan di luar ruangan selama kondisi kabut asap berlangsung. Masyarakat juga diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.