NADIKABAR.COM — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berencana untuk membahas peluang kemitraan dengan para pelaku usaha asal China untuk mengoptimalkan pengembangan industri budaya dalam negeri.

Ditemui usai menghadiri “Guangdong Meets the Asia‑Pacific – China Finds: Guangdong Goods, Global Reach Indonesia Promotion Event”, Ketua Komite Tetap Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kadin Indonesia Ivan Chen mengatakan saat ini pihaknya baru menjajaki kerja sama industri budaya dengan Jepang dan Korea Selatan.

“(Penjajakan kerja sama industri budaya) dari China belum. Makanya, mungkin setelah acara ini kami akan lanjut untuk berdiskusi supaya bagaimana kami bisa mendorong kerjasama antarkedua negara,” kata Ivan Chen menjawab pertanyaan ANTARA di Jakarta, Selasa sore (22/9).

Ia menilai ekosistem industri budaya nasional belum terbentuk dengan baik, kendati banyak produknya – seperti film, musik, dan gim – yang telah dikenal di kancah internasional.

Pihaknya berupaya membangun ekosistem tersebut agar mampu bersaing dengan industri budaya global dengan mendorong kerja sama produksi dengan pelaku industri negara lain dengan ekosistem yang sudah lebih maju.

Ivan menuturkan, pengembangan industri budaya nasional saat ini difokuskan bagi para pelaku usaha kelas menengah, mengingat kelompok tersebut tidak memiliki program pembinaan yang memadai selama 10 tahun terakhir.