NADIKABAR.COM — Ketua Komite Bilateral Indonesia–Kanada Kadin Indonesia Millie Lukito mengatakan adanya perang tarif antara Amerika Serikat dan Kanada membuka jendela peluang strategis bagi eksportir Indonesia untuk masuk ke rantai pasok pasar Amerika Utara.
Ia mengatakan saat ini Kanada tengah agresif mendiversifikasi mitra dagangnya di luar AS, namun pelaku usaha nasional diingatkan agar tidak hanya mengandalkan pemangkasan bea masuk, melainkan wajib mengantisipasi ketatnya hambatan non-tarif (non-tariff barriers).
“Pembebasan tarif tidak akan efektif jika pelaku usaha, khususnya sektor UMKM, tersandung regulasi teknis di pelabuhan masuk,” kata Millie dalam webinar Institut Kadin Indonesia bersama APF Kanada yang diikuti di Jakarta, Selasa.
Konflik dagang AS-Kanada memicu pengenaan tarif timbal balik antara 15 hingga 50 persen. Lonjakan tarif tersebut memaksa importir Kanada mencari produk substitusi dari negara mitra yang tengah merampungkan perjanjian dagang, termasuk Indonesia lewat kerangka kerja sama Indonesia-Canada CEPA (ICA-CEPA).