NADIKABAR.COM — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mendukung rencana pemerintah untuk memberikan insentif-insentif kepada industri tekstil dan produk tekstil (TPT) termasuk termasuk pembebasan pajak dalam jangka waktu tertentu (tax holiday) maupun pengurangan pajak (tax allowance).
"Kami mendukung dengan adanya insentif-insentif tersebut dan juga mendukung fakta bahwa Danantara juga ikut mengambil peran untuk membantu industri tekstil ini. Dan ingat, tekstil, garmen, sepatu, itu merupakan komoditas ataupun barang yang diekspor terbesar ke Amerika dan saya yakin juga nanti ke Eropa," ujar Anindya di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, industri tekstil merupakan suatu industri yang ke depannya tetap mesti ditekuni, karena bagaimanapun juga industri ini terus berkembang.
"Hanya saja kita mesti pandai memikirkan di dalam rantai pasoknya di mana kita ingin bermain. Dan yang kedua, tentu dengan modernisasi ini, apalagi dengan AI, robotik, ini bagaimana kira-kira industri tekstil itu," katanya.
Sebagaimana diketahui, lanjutnya, industri tekstil itu sangat padat modal dan juga padat biaya, sehingga pemerintah ingin memastikan bahwa bukan saja terus bertahan tapi juga bisa berkembang.
Sebagai informasi, pemerintah membahas pemberian insentif kepada industri TPT, termasuk pembebasan pajak dalam jangka waktu tertentu (tax holiday) maupun pengurangan pajak (tax allowance).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Prabowo mendorong penguatan industri TPT nasional karena sektor tersebut berperan dalam pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan ekspor.
Menurut Airlangga, sejumlah langkah dibahas untuk meningkatkan daya saing industri TPT, mulai dari harmonisasi tarif sektor hulu hingga hilir, kemudahan memperoleh bahan baku, hingga penertiban praktik impor yang mengganggu industri dalam negeri.
Pemerintah juga membahas restrukturisasi perusahaan TPT untuk mendorong investasi kembali dan memperkuat modal kerja.
Airlangga mengatakan industri TPT saat ini menyumbang sekitar 0,97 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), menyerap sekitar empat juta tenaga kerja, serta mencatatkan nilai ekspor sekitar 12 miliar dolar AS.