NADIKABAR.COM β€” Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkapkan Perjanjian Kemitraan Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kapasitas ekspor Indonesia ke negara-negara anggota Uni Eropa.

"Uni Eropa atau European Union (EU) ini sangat menarik bahwa ini jualannya mirip-mirip sama Amerika Serikat, jadi bisa ditingkatkan kapasitasnya," ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Menurut Anindya, komoditas-komoditas ekspor Indonesia ke Eropa seperti tekstil, garmen, alas kaki, furnitur, kopi, elektronik dapat ditingkatkan kapasitasnya.

Dirinya berharap IEU-CEPA ini dapat menjadi kesempatan emas, dan juga diharapkan perjanjian tersebut bisa diratifikasi oleh pihak Uni Eropa pada akhir tahun ini atau awal 2027.

"Jadi ini suatu kesempatan," katanya.

Sebagai informasi, Pemerintah mendorong percepatan penandatanganan dan ratifikasi Perjanjian Kemitraan Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) agar segera berlaku mulai awal 2027.

Sebab, implementasi IEU-CEPA nantinya dapat membuka peluang pasar Eropa yang lebih luas bagi produk Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan penting untuk menjaga momentum positif penyelesaian IEU-CEPA melalui penguatan koordinasi dan diplomasi dengan institusi UE. Percepatan penandatanganan juga perlu diikuti dengan persiapan ratifikasi dan implementasi agar manfaat perjanjian dapat segera dirasakan oleh pelaku usaha kedua pihak.

Setelah mencapai penyelesaian substantif pada September 2025 serta menuntaskan proses legal scrubbing pada Agustus 2026, Indonesia dan Uni Eropa kini memasuki tahapan akhir persiapan penandatanganan.

Pada bulan Juni 2026, Komisi Eropa telah menyampaikan proposal mengenai IEU-CEPA kepada Dewan Uni Eropa untuk mendapatkan persetujuan penandatanganan dan penyelesaiannya.

Kedutaan Besar RI untuk Belgia, Keharyapatihan Luksemburg, dan Uni Eropa juga menyampaikan perkembangan komunikasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan Uni Eropa, termasuk Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Maroő Šefčovič, guna mendorong percepatan penyelesaian prosedur internal Uni Eropa.

Kedua pihak terus mengupayakan agar penandatanganan IEU-CEPA dapat terlaksana sebelum akhir tahun 2026.