β€œKolaborasi dunia usaha, perguruan tinggi, dan pemerintah perlu diperkuat agar riset dan inovasi dari perguruan tinggi di Jatim dapat dikembangkan menjadi produk yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian Jatim,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar Ekonomi Moneter Universitas Airlangga Rudi Purwono menekankan pentingnya optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk mendorong investasi manufaktur, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah industri di wilayah Jatim.

Ia menilai, keberhasilan investasi perlu diukur melalui keterlibatan industri menengah, kecil, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jatim dalam rantai pasok agar manfaat pertumbuhan menjangkau lebih banyak pelaku usaha.

β€œIndustri besar diharapkan mampu menggerakkan industri menengah, kemudian mendorong industri kecil sehingga keterkaitan antarpelaku usaha memperkuat kinerja industri secara keseluruhan,” katanya.