NADIKABAR.COM — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melalui Kadin Indonesia Institute mengungkapkan ketahanan usaha terhadap bencana diprioritaskan dalam rangka menghadapi tekanan bencana alam terkait dampak fenomena El Nino.

"Ketahanan usaha terhadap bencana itu harus kita prioritaskan karena sampai awal tahun depan kita masih akan mengalami tekanan bencana alam terkait dengan dampak fenomena El Nino," ujar Direktur Insights Kadin Indonesia Institute Fakhrul Fulvian dalam konferensi pers Kadin Indonesia Business Pulse Q3-2026 di Jakarta, Kamis.

Survei Business Pulse Q3-2026 dilaksanakan pada periode 14 – 30 September 2026 dengan melibatkan 330 responden anggota Kadin Indonesia yang tersebar di 28 provinsi. Mencakup berbagai skala usaha dan lintas sektor industri.

Berdasarkan hasil survei tersebut, 57,9 persen pelaku usaha di berbagai wilayah menyatakan kegiatan bisnis mereka terdampak langsung oleh bencana alam dalam 12 bulan terakhir.

Mayoritas gangguan ini disebabkan oleh meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap (13,0 persen), yang berhimpitan dengan anomali cuaca ekstrem (10,9 persen). Sektor pertanian, real estate dan konstruksi tercatat sebagai sektor yang menderita dampak paling serius.