"Sebagaimana kita ketahui saat ini industri dalam negeri pengguna gas justru kesulitan mendapatkan pasokan gas, jadi langkah opsi menyetop ekspor gas ke negara tetangga adalah langkah yang sangat tepat , berarti pemerintah telah berpaling mengutamakan kebutuhan dalam negeri," ujar Saleh.
Saleh juga mengapresiasi respons cepat Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pemenuhan kebutuhan dalam negeri.
Dukungan terhadap rencana tersebut juga disampaikan Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) Edy Suyanto.
Dirinya dikonfirmasi menyebut kebijakan prioritas gas untuk kebutuhan domestik sangat dinantikan oleh industri keramik yang membutuhkan gas sebagai sumber energi dalam proses pembakaran bersuhu tinggi.