NADIKABAR.COM — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Riau mengembangkan Kadin Institute untuk mendukung kebutuhan dunia usaha dan industri yang akan diarahkan untuk membangun "link and match" dengan sejumlah perguruan tinggi.
Ketua Kadin Riau, Masuri mencontohkan kebutuhan tenaga operator alat berat bersertifikasi yang meningkat seiring banyaknya alat berat masuk ke daerah setempat. Akan tetapi kebutuhan tersebut belum sepenuhnya diimbangi ketersediaan tenaga terampil yang memiliki sertifikasi resmi.
"Ke depannya, kita ingin 'link and match' dengan beberapa universitas karena kebutuhan dunia usaha dan dunia industri cukup banyak," katanya usai peluncuran Kadin Institute di Pekanbaru, Kamis.
Dia menyampaikan pihaknya terus mendorong sinergi pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) sekaligus mengoptimalkan potensi daerah guna mendukung pertumbuhan ekonomi Riau.
Selain pengembangan SDM, Masuri mengatakan Kadin Riau juga mendorong optimalisasi potensi komoditas daerah, salah satunya porang. Menurutnya Riau perlu memperkuat posisi sebagai daerah penghasil porang karena keberadaan industri pengolahan di daerah tersebut dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Selama ini lanjutnya pasokan porang untuk kebutuhan industri di Riau masih berasal dari sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. "Jadi kita bukan hanya menjadi penyangga, tapi kita harus bisa menguasai karena pabriknya ada di Riau," ucap Masuri.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Riau M Taufiq OH yang turut hadir dalam acara itu menyambut baik adanya Kadin Istitute dan pengembangan komoditas Porang.
Menurut Taufiq, penguatan usaha juga membutuhkan sinergi dengan koperasi untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
"Salah satu potensi yang akan ditindaklanjuti bersama Kadin ialah hilirisasi porang yang dinilai memiliki peluang pasar ekspor dan nilai ekonomi tinggi. Ini bagus sekali. Kami apresiasi," tukasnya.