Menteri Agama mengatakan bahwa kemenangan yang diraih merupakan buah dari ketekunan, kedisiplinan, doa, dan proses pembinaan panjang.
"Namun, gelar juara bukan akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar," katanya.
Kepada para peserta yang belum bisa menjadi juara pada MTQ Nasional XXXI, Menteri Agama meminta mereka tidak berkecil hati.
"Di hadapan Al Quran tidak ada ikhtiar yang sia-sia. Setiap huruf yang dibaca, setiap ayat yang dihafalkan, dan setiap ilmu yang dipelajari adalah amal yang bernilai," katanya.