"Banyak, jadi ada 8 yang urgent kemudian total 23 trainset," ujarnya.
"Kita akan percepat 2 sampai 3 tahun 23 trainset baru," lanjut Bobby.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengajukan rencana pengadaan kereta rel listrik (KRL) bukan baru atau bekas asal Jepang untuk menambah armada KRL Jabodetabek. Usulan tersebut disampaikan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam rapat bersama Komisi VI DPR dan mendapat persetujuan.
Bobby mengatakan KAI membutuhkan tambahan sebanyak 23 trainset untuk mendukung operasional KRL di wilayah Jabodetabek. Penambahan armada tersebut akan dilakukan melalui pengadaan KRL bukan baru sebagai langkah untuk menjembatani kebutuhan armada.