NADIKABAR.COM — PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan akan menindaklanjuti rekomendasi keselamatan yang disampaikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait insiden kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur. KAI akan melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem operasional sesuai kewenangan perusahaan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pihaknya menghargai proses investigasi keselamatan yang dilakukan KNKT. KAI juga memastikan akan bersikap kooperatif dalam menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan.
"KAI sangat kooperatif dalam setiap proses investigasi keselamatan yang dilakukan KNKT. Kami menerima rekomendasi yang disampaikan sebagai bahan evaluasi yang harus ditindaklanjuti secara serius. Keselamatan penumpang dan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab yang tidak bisa ditawar," ujar Anne dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).
Anne mengatakan investigasi keselamatan tak berhenti pada mengetahui penyebab suatu kejadian. Menurutnya, hasil investigasi menjadi bahan untuk memastikan langkah perbaikan dilakukan secara tepat agar kejadian serupa tak terulang.
Dia mengatakan selama proses investigasi berlangsung, pihaknya juga telah melakukan sejumlah langkah antisipasi keselamatan. Di antaranya percepatan penanganan perlintasan sebidang melalui koordinasi dengan pihak terkait, pemberlakuan pembatasan operasi (BLB) di wilayah Bekasi, serta koordinasi berkelanjutan dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan terkait aspek prasarana.
Anne mengatakan KNKT telah menyampaikan rekomendasi keselamatan berdasarkan hasil investigasi dan analisis. Pihaknya akan menindaklanjutinya melalui evaluasi dan penyempurnaan pada aspek yang menjadi kewenangan perusahaan.