NADIKABAR.COM — Kapoksi PKB Komisi VI DPR, Rivqy Abdul Halim, menyoroti rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI yang kembali mengusulkan impor kereta rel listrik (KRL) bekas pakai. Rivqy meminta rangkaian kereta yang didatangkan ke Indonesia harus aman dan laik untuk digunakan.

"Kalau pemerintah memutuskan impor KRL, jangan sekadar berpikir bagaimana kereta bisa cepat datang. Yang harus dipastikan adalah apakah kereta tersebut benar-benar aman, laik operasi, sesuai dengan kondisi infrastruktur kita dan memberikan kenyamanan kepada penumpang," kata Rivqy kepada wartawan, Sabtu (26/9/2026).

Rivqy meminta pemerintah memperhatikan aspek keselamatan, kelaikan teknis, kesesuaian dengan infrastruktur dan sistem persinyalan. Kendati demikian, ia juga menekankan impor tak boleh justru melemahkan industri perkeretaapian nasional.

"Jadi solusinya bukan sekadar menambah kereta. Kita harus membangun ekosistem transportasi KRL yang kapasitasnya memadai, aman, nyaman, tepat waktu, dan mampu mengantisipasi pertumbuhan penumpang ke depan," ujarnya.

Rivqy juga menyoroti jumlah penumpang KRL Jabodetabek yang mencapai 1,1 juta per hari di tahun ini. Ia berharap ada penambahan armada untuk mengakomodasi penumpang tanpa mengesampingkan keselamatan dan keamanan.