NADIKABAR.COM — Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyambut baik peluncuran Buku MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata oleh Kementerian PPN/Bappenas. Kajian tersebut menunjukkan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 memberikan dampak ekonomi Rp 2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun, sekaligus memperkuat potensi sport tourism nasional.
Buku tersebut merupakan hasil kajian Bappenas bersama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dengan melibatkan sejumlah kementerian/lembaga terkait, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Bank Indonesia.
Direktur Utama InJourney Maya Watono menyambut positif peluncuran buku kajian MotoGP Mandalika. Ia mengatakan penyelenggaraan MotoGP Mandalika tidak hanya sebagai sebuah sport event, tetapi sebagai bagian dari strategi pengembangan destinasi dan penggerak ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
"Bagi InJourney, MotoGP Mandalika bukan sekedar event olahraga internasional. Ini adalah platform yang mempertemukan olahraga, pariwisata, konektivitas, ekonomi kreatif, UMKM, talenta lokal, hingga nation branding Indonesia. Karena itu, kami menyambut baik kajian Bappenas yang menunjukkan secara lebih komprehensif bagaimana sebuah event global dapat memberikan multiplier effect bagi ekonomi dan pengembangan destinasi," ujar Maya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).
Menurut Maya, hasil kajian tersebut sekaligus memperkuat pentingnya membangun ekosistem yang terintegrasi agar manfaat penyelenggaraan event dapat terus berkembang dan tidak berhenti pada periode pelaksanaan event.
"Yang ingin kita bangun bukan hanya event yang sukses pada saat berlangsung, tetapi sebuah ekosistem yang terus tumbuh sebelum, selama, dan setelah event. Mulai dari konektivitas, kesiapan destinasi, kualitas pengalaman wisatawan, keterlibatan UMKM dan masyarakat, sampai pengembangan talenta lokal. Dibutuhkan concerted efforts dan semangat gotong royong dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, pelaku industri, komunitas, hingga masyarakat untuk memastikan dampaknya semakin luas," tambahnya.
Kajian Bapennas bersama ITDC tersebut dilakukan melalui survei terhadap lebih dari 1.800 responden yang terdiri atas penonton domestik, wisatawan mancanegara, pelaku UMKM, tenaga kerja, dan sponsor. Hasilnya menunjukkan skor pengalaman penonton (brand equity) sebesar 5,07 dari skala 6.
Kajian tersebut juga memperkirakan peningkatan eksposur Mandalika berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan sekitar 11 persen, dengan potensi tambahan belanja wisatawan sebesar Rp44,5 miliar apabila didukung promosi destinasi yang terintegrasi.