Karena itu tercetus ide mengadakan program KAK BOTAK PINTAR, di mana layanan bimbel dapat dibayar dengan penukaran sampah botol plastik.

Kini, sebanyak 60 siswa telah mengikuti layanan bimbel besutan Ari. Dari 60 siswa tersebut, sekitar 50 di antaranya membayar melalui program dengan nama lucu ini.

"Saya bisa membuktikan bahwa sampah itu selain sebagai pendapatan tambahan, bisa memberikan bantuan atau donasi kepada yang membutuhkan, tetapi sampah juga akhirnya bisa juga memberikan fasilitas pendidikan," kata Ari.

Ari juga bekerja sama dengan tim bank sampahnya untuk memberikan pelatihan agar anak-anak semakin peduli terhadap sampah.

"Ditambah ada tambahan yaitu pelajaran-pelajaran kerajinan tangan tentang bagaimana cara mengolah sampah lebih baik, menjadi sesuatu yang bermanfaat," kata Ari.