NADIKABAR.COM — Korban pengeroyokan kemacetan Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) Kabupaten Pekalongan, ternyata kakak-adik. Kedua korban yakni Gita Firmansyah (30) dan adiknya, Igbal Raihan yang merupakan penjual sosis keliling itu resmi lapor polisi.

"Ya, korban sudah melaporkan ke Polsek. Laporannya minta ini diusut," ungkap Kapolsek Buaran, AKP Sunarto saat dihubungi, Jumat (11/9/2026).

Kedua korban melapor malam ini. Usai membuat laporan, Firmansyah mengungkap detik peristiwa pengeroyokan tersebut.

"Jadi kronologinya itu kita mau pulang, sudah siap-siap mau pulang. Terus kan ada keributan dulu di situ. Saya kira sudah selesai, saya kan takutnya nabrak, saya klakson. Langsung disahut, terus langsung kronologinya seperti itu," ujarnya saat ditemui NadiKabar di Mapolsek Buaran.

Ia mengatakan situasi kemudian berubah menjadi keributan. Ia mengaku mendapat pukulan. Melihat kakaknya dipukul, Igbal yang berada di belakang langsung berusaha memberikan pertolongan.

"Adik saya itu langsung belain saya. Karena kita itu saudara, kakak-adik. Langsung belain, adik saya langsung dipukul," ungkapnya.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah orang yang melakukan pemukulan. Namun, berdasarkan video yang beredar, terlihat cukup banyak orang berada di lokasi.

Akibat kejadian tersebut, ia mengaku merasakan sakit pada bagian punggung dan kedua tangannya. Saat kejadian ia masih mengenakan helm.

"Kalau saya masih pakai helm. Jadi mungkin yang bagian punggung sini sakit banget. Terus bagian tangan ini sakit juga," tuturnya.

Sementara itu, kendaraan yang digunakan untuk berjualan sosis disebut tidak mengalami kerusakan parah. Namun, berdasarkan video yang dilihatnya, kendaraan dagangannya sempat diacak-acak.

Dagangan sosis milik keduanya juga telah hampir habis karena sebelumnya memang berjualan di area karnaval. Namun masih terdapat sejumlah dagangan di boks milik Igbal.

Dirinya dan sang adik memang biasa berjualan sosis keliling dengan mengikuti berbagai kegiatan yang ramai didatangi masyarakat.

"Setiap ada event itu, kita jualan. Misalkan ada event karnaval, event pengajian dan sebagainya kita jualan di situ," jelasnya.

Peristiwa tersebut disebut terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Situasi saat itu cukup brutal hingga dirinya dan adiknya sempat dikejar.

"Iya, brutal sekali. Itu di videonya kan sudah dilihat," katanya.

Dalam situasi tersebut, sejumlah warga kemudian berupaya melerai. Ia mengapresiasi warga sekitar yang menurutnya membantu dirinya dan sang adik saat kejadian.

"Terima kasih juga untuk warga sekitar yang sudah membantu saya dan adik saya ketika terjadi musibah itu," ujarnya.

Dirinya tidak menyalahkan warga sekitar atas kejadian tersebut. Dia menduga situasi saat itu dipengaruhi kondisi sejumlah orang yang sedang mabuk dan suasana yang memanas.

"Saya tidak menyalahkan warga situ. Mungkin kondisi lagi mabuk, kondisi lagi sama-sama panas. Terus saya lewat, terus malah jadi sasaran," ucapnya.

Ia mengaku tidak melakukan perlawanan ataupun membalas perkataan pihak lain sebelum kejadian. Menurutnya, dirinya hanya membunyikan klakson karena kondisi jalan yang padat.

"Nggih (Ya)," jawabnya saat ditanya apakah kejadian tersebut bermula dari dirinya yang membunyikan klakson.