NADIKABAR.COM — Akibat paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau, seluruh aktivitas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara Bandung masih dihentikan sementara, Senin (7/9).

Ada14 penerbangan terdampak dan dibatalkan oleh otoritas bandara. Kondisi ini membuat sejumlah penumpang harus mengubah rencana perjalanan dan mencari jalur alternatif melalui bandara maupun moda transportasi lain.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Pemerintah Kota Bandung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus melakukan koordinasi sejak Minggu untuk memastikan dampak abu vulkanik terhadap aktivitas masyarakat, khususnya transportasi.

"Selama dua hari ini, Minggu dan Senin, kami dari Forkompinda Kota Bandung melakukan koordinasi untuk memastikan kondisi abu vulkanik yang berpengaruh terhadap Kota Bandung, khususnya untuk transportasi umum, bandara dan kereta api," kata Farhan usai meninjau bandara.

Perjalanan kereta api dipastikan tetap berjalan normal di tengah terhentinya penerbangan. Sejumlah jadwal penerusan bahkan ditambah untuk menampung para penumpang terdampak.

"Kereta api tadi kami tinjau langsung berjalan dengan lancar karena tidak ada gangguan pandangan. Bahkan ditambah beberapa jadwal karena adanya pengalihan penumpang yang menuju ke Pulau Jawa bagian timur, itu dari Jakarta didorong ke Bandung," ungkapnya.

Farhan menuturkan, penumpang yang sebelumnya memiliki tujuan ke sejumlah kota di Jawa bagian timur kemudian dialihkan melalui Bandung menggunakan kereta api.

"Dari Bandung naik kereta api ke arah Jogja, Semarang, Solo, Surabaya, dan Malang. Itu yang terjadi. Sementara kalau di bandara, memang masih ada no fly ya," tuturnya.