Awalnya, Rian tak mengira ada hal istimewa selain bulan sabit biasa. Namun, rasa penasarannya terjawab saat membuka ponsel dan mendapati grup percakapan warga sudah ramai memperbincangkan fenomena kosmis tersebut.

"Awalnya pas jalan keluar lihat bulan sabit biasa saja. Pas lihat di grup ramai, baru tahu itu fenomena alam. Ini asli dilihat langsung, bukan editan atau buatan AI," ungkapnya.

Informasi dihimpun, secara astronomis, peristiwa memukau ini merupakan fenomena konjungsi, yakni momen saat Bulan dan planet terang seperti Venus atau Jupiter berada pada garis bujur langit yang sejajar sehingga tampak berimpitan intim dari sudut pandang Bumi.

Perlahan tapi pasti, siluet bulan sabit jingga dan titik cahaya itu bergerak turun ke batas cakrawala barat, meninggalkan decak kagum bagi warga Sukabumi yang menyaksikannya.