"Itu teriak-teriak, keluarkan, Yang Mulia. Keluarkan tuh, palsu kok teriak-teriak," ujar Roy Suryo.

Roy Suryo menyebut ijazah Jokowi yang ditunjukkan saat persidangan kasus fitnah ijazah palsu berbeda dengan yang dilihatnya saat pemeriksaan. Menurutnya, ada beberapa perbedaan dengan ijazah yang ditunjukkan pada 15 Desember 2025 di Polda Metro Jaya.

"Memang ijazah itu berbeda dengan ijazah tanggal 15 Desember. 15 Desember itu ijazahnya rapi, tidak ada rusak di bawah, tidak ada apa, lubang-lubang di bawah. Itu tadi jelas betul ijazahnya berbeda. Dan saya sudah memegang ijazah itu. Yang dikatakan ada emboss, ada nggak? Nggak ada," kata kata Roy saat jeda sidang.

Roy juga menyoroti soal watermark pada dokumen. Menurutnya, watermark pada ijazah bertanggal 15 Desember terlihat jelas, sedangkan pada dokumen yang diperlihatkan dalam persidangan tidak seperti itu.

"Tapi kalau watermark-nya memang diupayakan, tapi watermark-nya pun berbeda. Dengan tanggal 15, 15 Desember itu watermark-nya jelas banget, kelihatan di-print ulang. Yang ini tidak. Dan, memang ada foto yang kualitasnya sama dengan tanggal 15 Desember, yaitu pada berkas-berkas banyak sekali nanti akan kita periksa lagi. Berkasnya lama, fotonya baru. Tidak ada capnya tadi! Ada tadi ditempelkan di situ. Itu baru tadi. Jelas betul," katanya.

Roy mengatakan dirinya mempunyai pengalaman menilai dokumen. Dia mengaku bisa membedakan mana dokumen asli dan palsu.

"Saya mata fotografer, mata tukang cetak yang sudah mencetak semenjak SMP. Semenjak saya dulu SMP. Jadi saya bisa mengenali foto itu asli, palsu," jelas dia.

Dia hendak menanyakan kesehatan Jokowi. Hal ini, menurutnya, jadi penting lantaran berkaitan dengan pernyataan soal percetakan prima atau perdana.

"Benar nggak dia pendengarannya masih baik? Atau matanya masih baik? Karena banyak sekali laporan-laporan dia itu yang ternyata salah persepsi. Termasuk soal Perdana. Soal Prima. Apa yang saya katakan itu justru memang mengatakan bahwa waktu itu memang nggak ada yang namanya Perdana, Prima," katanya.

Roy Suryo menyatakan menolak semua keterangan yang disampaikan Jokowi. Roy menyebut keterangan Jokowi berbelit.