NADIKABAR.COM — Badan Legislatif (Baleg) DPR RI menggelar rapat kerja dengan pemerintah membahas daftar inventarisasi masalah (DIM) RUU tentang Pengaturan Reforma Agraria. Dalam rapat sempat muncul celetukan 'Gibran'.
Adapun rapat digelar di ruang rapat Baleg DPR, Jakarta, Jumat (18/9/2026). Rapat dihadiri Wamenkum Edward Omar Sharif Hiariej hingga Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan. Rapat ini dipimpin langsung Ketua Baleg DPR Bob Hasan dan Wakil Ketua Baleg DPR Iman Sukri.
"Rapat panja hari ini akan berlangsung sampai pukul 17.00 WIB dan apabila belum selesai akan dilanjutkan sesuai kesepakatan rapat, apa bisa disetujui?" tanya Iman Sukri mengawali rapat.
Iman mengatakan rapat panja pada Kamis (17/9) sudah membahas sebagian DIM RUU Pengaturan Reforma Agraria. Hari ini, kata dia, panja akan melanjutkan pembahasan kemarin.
"Perlu kami informasikan rapat panja kemarin sudah membahas sampai DIM nomor 286, untuk itu hari ini kita lanjutkan pembahasan bersama pemerintah," ujar Iman.
Anggota Baleg DPR dari Fraksi Golkar Ahmad Irawan sempat berceletuk soal nama Gibran saat rapat membahas RUU tentang Pengaturan Reforma Agraria. Celetukan itu disampaikan saat Irawan memberikan pandangan mengenai nomenklatur badan yang nantinya mengurus pengaturan reforma agraria.
Baleg meminta nomenklatur badan tersebut dicantumkan dalam undang-undang. Sedangkan pemerintah mengusulkan agar pengaturannya dilakukan melalui peraturan presiden (perpres).
Irawan kemudian diberi kesempatan menyampaikan pandangannya. Dia awalnya mengatakan perdebatan mengenai nomenklatur tersebut sebenarnya telah dibahas dan disepakati dalam rapat Kamis (17/9) kemarin.
"Eh, mohon izin, Pak. Satu yang prinsip yang saya pahami dari perkembangan pembahasan kita, ini sudah kita sepakati, itu satu hal. Kemarin kita membahasnya lama," ucap Irawan.
Namun Irawan memahami bahwa pembentukan lembaga negara melalui keputusan presiden (keppres), perpres, peraturan pemerintah (PP), maupun undang-undang dapat memengaruhi kinerja lembaga tersebut.
"Nah, itu semua gradasi. Kelembagaan itu akan memengaruhi kinerjanya ke depan, Pak. Apalagi ini akan berhadapan dengan kementerian-kementerian yang tanda kutip kementerian yang punya wewenang yang sangat besar, seperti Agraria, seperti Kementerian Kehutanan, dan lain-lain sebagainya, termasuk juga Kementerian Keuangan," jelas dia.
"Nah, oleh karena itu, kita kemarin mengambil satu jalan tengah, Pak. Bahwa sebenarnya itu lebih kepada urusannya sebenarnya kita telah cantumkan kemarin itu, yang kita sebut dengan tugas, fungsi, dan kewenangannya kita sudah cantumkan dan menyepakati. Artinya apa, bahwa ini sebenarnya pilihan-pilihan kita saja, Pak, antara Presiden dan DPR," lanjut dia.
Menurutnya, hal terpenting ialah memastikan kewenangan badan tersebut. Dia kemudian melontarkan celetukan terkait nama badan tersebut.
"Kalau, kalau kemudian, kalau memang itu hanya persoalan nama, ini kan BRAN. BRAN atau Gibran, Pak?" ucap Irawan.
Ketua Baleg DPR Bob Hasan lalu menimpali. Dia mempersilakan Irawan menentukan nama badan itu BRAN atau Gibran
"Hah? BRAN atau Gibran?" tanya Bob.