Kondisi tersebut terlihat jelas dari jembatan Kali Mundu yang menjadi salah satu akses warga untuk melintas. Dari atas jembatan, tumpukan sampah terlihat memanjang mengikuti aliran kali dan tidak dapat terbawa arus.

Menurut kesaksian warga setempat, tumpukan sampah mulai terlihat semakin banyak ketika musim kemarau tiba. Penyusutan debit air membuat aliran kali menjadi lebih lambat sehingga sampah yang sebelumnya terbawa arus akhirnya berhenti dan menumpuk di bawah jembatan.

Tumpukan sampah yang tidak segera dievakuasi kemudian semakin memanjang. Kondisi ini menyebabkan sampah terus bertambah hingga membentuk tumpukan sepanjang kurang lebih 500 meter di aliran Kali Jambe.