"Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu taman nasional," kata Prabowo dikutip Biro Sekretariat Presiden, Selasa (13/10).
Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan bahwa kebakaran baru ditemukan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dengan luas sekitar 513,89 hektare. Penanganan dilakukan melalui penguatan satuan tugas darat, sementara operasi udara masih terkendala rendahnya jarak pandang akibat asap tebal.
Prabowo juga kembali menekankan pentingnya memperkuat keberadaan polisi hutan untuk menjaga kawasan-kawasan hutan di Indonesia. Ia meminta agar penguatan jumlah dan kapasitas personel tersebut dilakukan secara bertahap upaya perlindungan dan pencegahan kebakaran dapat makin efektif.
"Karena itu, tolong sampaikan ke MenPANRB, kalau memang saya minta 70 ribu polisi hutan karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita," kata Prabowo.
Prabowo turut meminta Polri membantu penguatan kapasitas polisi hutan. "Kapolri nanti bisa bantu ya didik polisi hutan," lanjutnya.
Dalam rapat yang sama, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin melaporkan kondisi lapangan di Tanjung Puting. Menurut dia, lokasi kebakaran tersebar, berada di kawasan rawa, dan sulit dijangkau kendaraan.
Salah satu kebutuhan utama di lapangan adalah pompa air berukuran kecil untuk mendukung pemadaman. Ketika Pangdam menyampaikan kebutuhan sekitar 50 pompa air, Prabowo langsung memutuskan untuk memberikan dukungan dalam jumlah lebih besar.
"Berapa kau butuh pompa air? 50? Saya kirim 200," ujarnya.
Selain pompa, Pangdam juga menyampaikan kebutuhan tim pengeboran air karena karakteristik kawasan rawa memungkinkan sumber air diperoleh dengan pengeboran sekitar 10 hingga 15 meter. Prabowo kemudian memberikan dukungan untuk pembuatan 200 titik bor air dengan anggaran Rp 2 miliar.
"Saya kirim Rp 2 miliar, 200 titik," kata Presiden.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi yang masih ditangani saat ini tercatat 639,23 hektare. Karhutla terluas terdapat di provinsi Kalimantan Tengah karena adanya titik baru yakni Taman Nasional Tanjung Puting.
"Untuk provinsi prioritas lahan gambut ada di enam provinsi, Bapak Presiden: Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau. Untuk hari ini, yang terbakar yang masih ditangani oleh satgas di lapangan, jumlahnya adalah 639,23 hektare," kata Suharyanto saat melaporkan perkembangan penanganan karhutla kepada Presiden Prabowo Subianto, dilihat di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (13/10/2026).