Pada 2026, sebanyak 443 sekolah tingkat SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) di Kalimantan Tengah dilaporkan telah terdigitalisasi. Implementasi program tersebut didukung pemanfaatan papan interaktif digital, jaringan internet satelit, serta berbagai teknologi penunjang kegiatan belajar mengajar.

Kehadiran teknologi digital di ruang kelas diharapkan dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif. Selain mendukung proses penyampaian materi, pemanfaatan teknologi juga membuka peluang bagi siswa di berbagai wilayah untuk memperoleh akses terhadap sumber pembelajaran yang lebih luas.

Inisiatif tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah. Dengan dukungan infrastruktur digital, keterbatasan geografis diharapkan tidak lagi menjadi penghalang bagi siswa untuk mendapatkan kesempatan belajar yang lebih baik.