Pengembangan pabrik pengolahan metanol tersebut memanfaatkan areal lahan seluas 93 hektare dengan nilai investasi mencapai Rp41,2 triliun.

"Pengolahan batu bara kalori rendah melalui teknologi gasifikasi ini berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp7,1 triliun setiap tahun," ujar Bambang.

Fasilitas pabrik pengolahan tersebut diproyeksikan menyerap pasokan bahan baku batu bara berkalori rendah 3.400 kilokalori per kilogram sebanyak 7,7 juta ton per tahun.