"Proses pembangunan ini tidak boleh terburu-buru. Ini proyek pertama pelestarian budaya di NTB," ujar dia.
Sementara itu, Koordinator Rekonstruksi Rumah Adat Sade, Lalu M Faozal, mengatakan tradisi Nyemulak telah disepakati melalui musyawarah bersama warga Dusun Sade.
"Hari ini merupakan hari baik yang disepakati untuk pemasangan tiang pancang pembangunan Masjid dan Rumah Adat Sade," katanya.
Kebakaran sebelumnya berdampak pada 75 rumah adat, delapan berugak atau gazebo, enam sekenam, satu masjid, dua toilet, dan 69 artshop. Faozal menyampaikan pembangunan dimulai secara bertahap sesuai perencanaan agar proses rekonstruksi lebih aman.
"Seluruh proses pembangunan dimulai hari ini, namun tidak bisa diselesaikan dengan bersamaan, sehingga dibangun sesuai dengan perencanaan rekonstruksi yang lebih aman," ujar dia.