Pada Mei 2026 lalu, King's College London sepakat merger dengan Cranfield University. Merger ini dimaksudkan membentuk sebuah 'super-universitas' baru di Inggris. Diharapkan, merger ini juga menggabungkan sumber daya hingga kemampuan yang bisa bersaing secara internasional, dalam hal skala maupun hasil riset, demikian dilansir dari Guardian pada 14 Mei 2026 lalu, dikutip hari ini.
Penggabungan tersebut akan mengakibatkan King's menerima tambahan 5.000 mahasiswa, sebagian besar mahasiswa pascasarjana. Merger ini menjadikannya universitas terbesar kedua di Inggris dengan sekitar 47.000 mahasiswa, melampaui Universitas Manchester dan hanya berada di belakang University College London. Berdasarkan kesepakatan tersebut, kedua institusi akan bergabung pada akhir musim panas 2027, dan dikenal sebagai King's College London.
Kampus-kampus di Inggris menghadapi tekanan finansial yang kian meningkat. Office for Students (OfS) sebagai badan regulator pendidikan tinggi di Inggris memperingatkan bahwa 24 institusi pendidikan tinggi berisiko mengalami kebangkrutan dan penutupan dalam kurun waktu 12 bulan sejak November 2025. OfS juga menyatakan bahwa 45% institusi pendidikan tinggi berpotensi mengalami defisit pada tahun akademik 2025-2026.
Komite khusus bidang pendidikan Parlemen Inggris pada Mei 2026 lalu menyatakan bahwa sektor pendidikan tinggi sedang "menghadapi krisis keuangan" dengan "kemungkinan nyata adanya penutupan universitas". Laporan mereka mengakui bahwa banyak universitas telah melakukan pengurangan jumlah pegawai, menjual gedung atau lahan, serta menutup sejumlah program studi.