NADIKABAR.COM — China baru saja memperpendek jarak ekonominya dengan Asia Tenggara. Pengoperasian Kanal Pinglu sepanjang 134,2 kilometer pada 16 September memangkas lebih dari 560 kilometer rute kargo dari China barat daya ke laut.

Bagi Indonesia, perubahan itu membuka peluang sekaligus memperluas pilihan dalam rantai pasok regional.

Kanal yang menghubungkan jaringan Sungai Xijiang dengan Teluk Beibu itu menjadi bagian dari Koridor Internasional Baru Perdagangan Darat-Laut menuju Asia Tenggara.

Kapal hingga 5.000 ton kini dapat bergerak dari wilayah pedalaman China menuju kawasan pesisir dengan rute yang lebih pendek, sehingga hubungan antara pusat produksi, pelabuhan, dan pasar ASEAN menjadi lebih efisien.

Indonesia sudah berada dalam arus perdagangan melalui kawasan tersebut. Sepanjang 2025, komoditas curah Indonesia yang masuk ke China melalui Qinzhou mencapai 11,521 juta ton dengan nilai 8,26 miliar yuan (sekitar Rp21,9 T). Batubara, bijih aluminium, karet, dan minyak sawit termasuk di dalamnya.