Rodrigues-Birkett mengatakan perkembangan AI yang sangat cepat menuntut PBB beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan teknologi, terutama karena teknologi tersebut turut memengaruhi diplomasi.

"Namun, di era teknologi saat ini, dengan AI, berbagai hal terjadi bukan dalam hitungan dekade. Setiap hari kita melihat hal-hal baru terjadi. Karena itu, saya yakin PBB juga harus menyesuaikan diri dengan kecepatan tersebut, karena diplomasi sekarang juga berlangsung di internet," ujarnya.

Rodrigues-Birkett juga mendorong penyusunan prinsip-prinsip internasional untuk mengatur AI yang memungkinkan teknologi baru terus berkembang dengan tetap mempertimbangkan berbagai risiko yang menyertainya.