Menanggapi kejadian tersebut, XPeng menyatakan hasil pemeriksaan data kendaraan dan rekaman perjalanan menunjukkan mobil berada dalam mode berkendara manual saat kecelakaan terjadi.
Pengemudi disebut, terus menekan pedal akselerator dan membelokkan kemudi secara tajam sebelum benturan.
Pabrikan menyebut, kalau benturan tersebut tidak memenuhi ambang batas aktivasi sensor kantong udara. XPeng juga menyatakan bersedia bekerja sama, apabila pemilik meminta pemeriksaan independen oleh pihak ketiga untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya evaluasi sistem keselamatan kendaraan listrik, khususnya mekanisme aktivasi kantong udara yang bergantung pada karakteristik benturan yang terdeteksi sensor.