Kapolda yang telah mengabdi sekitar 34 tahun di institusi Polri itu menegaskan, terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian utama Polda Riau, di antaranya pemberantasan narkoba, penanganan persoalan lingkungan hidup, serta pencegahan dan mitigasi konflik sosial, khususnya di kawasan perkebunan dan pelabuhan.
Terkait pemberantasan narkoba, Arman menyebut kondisi geografis Riau yang berbatasan dengan Malaysia dan memiliki wilayah perairan luas menjadi tantangan tersendiri bagi aparat penegak hukum. Karena itu, pengawasan dan pemetaan jalur rawan peredaran narkoba perlu terus diperkuat, termasuk di wilayah Rupat, Bengkalis, dan pulau-pulau sekitarnya.
Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Diperlukan pula langkah pencegahan melalui edukasi, peningkatan kesadaran masyarakat, serta koordinasi lintas sektor bersama BNN, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Selain narkoba, Polda Riau juga memberikan perhatian terhadap potensi konflik sosial dan persoalan lingkungan. Arman menekankan pentingnya deteksi dini, komunikasi yang efektif, serta keterlibatan seluruh pihak agar setiap permasalahan dapat diselesaikan sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban.
"Kami mengajak seluruh rekan media untuk terus bersinergi dengan Polda Riau melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan berdasarkan fakta. Kami juga terbuka terhadap kritik dan masukan yang membangun demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.