NADIKABAR.COM — Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan pentingnya wawasan lingkungan dalam menjaga stabilitas keamanan saat mengisi kuliah umum di hadapan ratusan taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah. Pada kesempatan tersebut, ia juga mengenalkan konsep Green Policing sekaligus mengajak para calon perwira untuk menjadi polisi yang mengenal alam.

Dalam pemaparannya, Irjen Pol Herry Heryawan menggarisbawahi transformasi besar yang berhasil dicapai Provinsi Riau dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Riau, yang sepanjang dekade 2012 hingga 2025 konsisten menduduki peringkat teratas provinsi prioritas karhutla, kini berhasil keluar dari daftar merah tersebut berkat pendekatan kolaboratif.

"Selama ini Riau menjadi nomor satu dalam urutan karhutla. Namun, melalui upaya-upaya Green Policing yang kita pegang dengan tiga prinsip utama-preventif, represif, dan restoratif-serta pendekatan gotong royong bersama, hari ini Riau keluar dari urutan provinsi prioritas," kata Irjen Herry, Sabtu (3/10/2026).

Jenderal bintang dua itu menegaskan bahwa Green Policing tidak mengubah identitas Polri. Justru Green Policing merupakan cara untuk memperluas perspektif kepolisian terhadap spektrum keamanan modern.

"Premisnya sederhana, kerusakan lingkungan dapat menghasilkan risiko keamanan," kata dia.

Oleh karena itu, isu lingkungan sudah sepatutnya masuk dalam radar prioritas kerja kepolisian. Melalui Green Policing, menurutnya, kepolisian mempertemukan berbagai instrumen pengelolaan lingkungan, mulai dari penguatan data pencegahan, penegakan hukum yang adil, hingga upaya pemulihan ekosistem. Konsep ini mensyaratkan sinergi lintas sektor secara menyeluruh.

"Teknologi membantu kita membaca perubahan, data membantu menentukan prioritas, dan masyarakat membantu memberikan informasi. Akademisi dari Pusat Studi Ilmu Kepolisian membantu menjelaskan seluruh persoalan, sementara pemerintah membangun kebijakan agar dunia usaha memiliki tanggung jawab dalam aktivitas ekonominya," jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Green Policing bukanlah bentuk perubahan identitas dasar Polri, melainkan sebuah instrumen (tools) untuk memperkaya tata kelola keamanan dan memperkuat koordinasi dengan masyarakat, pemerintah, serta TNI.

Dalam pemaparannya, Kapolda Riau memberikan pesan mendalam bagi para taruna Akpol yang kelak akan menjadi garda terdepan kepemimpinan Polri di berbagai daerah. Ia meminta para calon perwira tidak hanya berpatokan pada indikator statistik konvensional saat bertugas di lapangan.

"Saya ingin menyampaikan sesuatu yang sangat sederhana: jadilah polisi yang mengenal alam. Ketika kalian nanti ditempatkan di sebuah wilayah, jangan hanya hafal jumlah penduduk dan angka kriminalitas," pesan Herry.

"Memahami wilayah berarti memahami masyarakat, dan memahami masyarakat berarti memahami keamanan," sambungnya.

Dari pemahaman mendalam terhadap wilayah dan alam, Herry menekankan tiga keutamaan yang harus melandasi setiap tindakan anggota Polri, yaitu Global Security (keamanan global), Environmental Ethics (etika lingkungan), dan Human Solidarity (solidaritas kemanusiaan).

"Keamanan saat ini semakin terkait erat dengan persoalan lingkungan dan keberlanjutan. Menjadi polisi yang mengenal alam bukan berarti meninggalkan tugas utama kepolisian, melainkan memperluas cara kita dalam memahami dan menjaga keamanan itu sendiri," pungkasnya.