NADIKABAR.COM — Polres Bogor bergerak cepat memberikan penanganan medis bagi Piki Mutakim (25), ABK kapal kargo MT Honour 25 yang menjadi korban penyanderaan perompak Somalia. Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto memimpin langsung proses evakuasi medis warga Kabupaten Bogor tersebut.

Proses evakuasi dilaksanakan dari kediaman Piki Mutakim di Kecamatan Tenjo, Jumat (9/10/2026) malam pukul 20.00 WIB. Misi kemanusiaan ini melibatkan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (SiDokkes) Polres Bogor di bawah koordinasi dr. Elynda V.E., MARS.

Tim medis diterjunkan langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan asesmen awal terhadap kondisi fisik maupun psikologis Piki. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, Piki memerlukan perawatan serta rehabilitasi pascatrauma yang intensif.

Malam itu juga, Polres Bogor mengerahkan ambulans untuk merujuk Piki ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I R Said Sukanto Pusdokkes Polri atau RS Polri Kramat Jati.

"Evakuasi medis malam ini adalah langkah cepat kami untuk memastikan saudara kita, Piki Mutakim, mendapatkan fasilitas observasi dan penyembuhan terbaik dari Pusdokkes Polri," kata Wikha di lokasi.

"Negara tidak akan membiarkan warganya berjuang sendirian setelah melewati penderitaan luar biasa di tangan perompak," sambung Wikha menegaskan.

Proses evakuasi dan penanganan medis ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen kepolisian dalam mengimplementasikan slogan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, yakni 'Polri Bersama Masyarakat'.

"Langkah ini sejalan dengan arahan Bapak Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melalui slogan 'Polri Bersama Masyarakat'. Polisi hadir bukan hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga untuk memastikan keselamatan, kesehatan, dan perlindungan nyata bagi warga yang membutuhkan," ujar Wikha.

Wikha turut mengapresiasi kecepatan dan kesigapan jajaran SiDokkes Polres Bogor. Langkah ini menegaskan komitmen kepolisian dalam mengedepankan aspek kemanusiaan, penyelamatan nyawa, serta pemulihan kondisi warga selain penegakan hukum.