Sigit menegaskan balai latihan itu tidak hanya menjadi tempat kegiatan satu organisasi, tetapi juga terbuka untuk pembinaan pencak silat, pengembangan seni budaya, pelestarian kearifan lokal, serta mempererat silaturahmi masyarakat.

Selain menjadi pusat pembinaan seni dan budaya, ia meminta pesanggrahan juga dimanfaatkan sebagai ruang pembentukan karakter bagi para pesilat.

Para pesilat diharapkan tumbuh sebagai pendekar yang menjunjung keberanian, membela kebenaran, melindungi masyarakat yang membutuhkan, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.