NADIKABAR.COM — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mendorong mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) terus mengembangkan kemampuan, karakter, dan adaptasi terhadap perubahan agar mampu memberikan kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045.
"Tahun 2045 merupakan panggung pembuktian bagi kalian dalam memimpin Indonesia," kata Sigit dalam keterangannya diterima di Jakarta.
Hal tersebut disampaikannya dalam kuliah umum kepada mahasiswa baru UMSU dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU 2026 di Medan, Sumatera Utara, Senin.
Listyo mengatakan perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dinamika geopolitik serta perubahan sosial dan ekonomi membutuhkan generasi muda yang mampu membaca perubahan sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
Oleh karena itu, mahasiswa didorong menjadi pembelajar sepanjang hayat dengan terus meningkatkan ilmu pengetahuan dan kemampuan beradaptasi.
Pendidikan, kata dia, juga perlu berjalan beriringan dengan pembangunan karakter dan integritas agar mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan peluang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Listyo juga mendorong mahasiswa menggunakan teknologi secara bijak dan produktif, berani berkarya, serta mengambil peran dalam kehidupan masyarakat. Kontribusi tersebut dapat dilakukan melalui kewirausahaan, pemberdayaan masyarakat, pengembangan inovasi, maupun dukungan terhadap program pembangunan sesuai bidang keilmuan.
Di lingkungan kampus, mahasiswa juga didorong menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Mereka juga diharapkan turut menjaga lingkungan kampus yang aman dan kondusif dengan menolak narkoba, kekerasan, perundungan, intoleransi, serta tindakan yang dapat mengganggu persatuan.
Menurut Kapolri, bonus demografi yang diperkirakan mencapai momentum pada 2030–2035 menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat pembangunan. Potensi tersebut perlu didukung sumber daya manusia yang berkualitas agar bonus demografi dan kekayaan sumber daya Indonesia dapat diubah menjadi kekuatan pembangunan dan kesejahteraan.
Kuliah umum tersebut diikuti 6.027 mahasiswa baru UMSU. Dalam kesempatan itu, mahasiswa didorong memandang perubahan bukan hanya sebagai tantangan, tetapi juga sebagai ruang untuk tumbuh, berkarya, dan mengambil peran dalam pembangunan.