Menurutnya, pencak silat merupakan bagian dari jati diri dan kekayaan budaya bangsa yang perlu diwariskan kepada generasi muda. Pencak silat tidak hanya mengajarkan kemampuan bela diri, tetapi juga menanamkan nilai persaudaraan, kedisiplinan, pengendalian diri, serta pembentukan karakter.

Kapolri menegaskan, setiap pesilat harus menggunakan kekuatannya secara bertanggung jawab. Kekuatan tidak boleh menjadi alasan untuk bersikap sombong, melakukan kekerasan, atau merugikan orang lain.

"Seorang jawara sejati bukanlah orang yang mencari lawan untuk menunjukkan kekuatan, melainkan pribadi yang mampu menjaga diri, melindungi masyarakat, menyelesaikan persoalan dengan bijaksana, serta menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok," kata Jenderal Sigit.

Dia berharap PTBI dapat berkembang sebagai rumah besar yang terbuka bagi seluruh pesilat dan perguruan silat dengan semangat persaudaraan. Perbedaan aliran, perguruan, maupun organisasi harus menjadi kekayaan yang mempererat persatuan masyarakat Banten.