Pada kesempatan yang sama, Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko menyambut positif peluncuran aplikasi tersebut. Menurutnya digitalisasi pengawasan perbatasan merupakan keharusan di tengah semakin kompleksnya ancaman kejahatan lintas negara.

"Inisiasi dari Divhubinter untuk membuat I-GHAS 24/7 ini kami sambut dengan sangat baik. Bagaimana sebenarnya kolaborasi komunikasi yang telah terjalin, terutama di daerah-daerah perlintasan, akan terhubung melalui suatu sistem yang benar-benar lebih tepat, lebih cepat, lebih akurat," kata Hendarsam.

Dia optimistis integrasi operasional ini akan semakin mengokohkan kedaulatan dan stabilitas keamanan perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Komitmen kami bersama, bagaimana kita mempunyai doktrin yang sama, berorientasi yang sama: Imigrasi untuk rakyat, polisi untuk masyarakat," imbuhnya.