NADIKABAR.COM — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto meminta kepada sejumlah serikat buruh yang menggelar aksi demonstrasi di depan kompleks parlemen, Jakarta, Selasa untuk menjaga ketertiban dan keamanan.
Dia mengatakan aksi dari berbagai serikat buruh ketika ada pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelindungan Ketenagakerjaan di DPR RI itu disaksikan oleh masyarakat Indonesia. Untuk itu, dia meminta buruh menjadi contoh dalam menggelar demonstrasi dengan tertib.
"Walaupun penyampaian pendapat di muka umum itu diatur di Undang-Undang, tetapi yang paling penting kita semua harus menjaga keamanan dan ketertiban," kata Kapolri saat menemui massa aksi.
Dia menyampaikan bahwa kaum buruh kini telah mendapatkan kado yang dinantikan berupa UU Pelindungan Ketenagakerjaan. Hal itu, kata dia, sudah menjadi perhatian dari Presiden Prabowo Subianto agar bisa disahkan pada 2026 ini.
"Selamat. Sekali lagi sukses untuk teman-teman semua. Pesan saya yang terakhir, kembali ke rumah masing-masing dengan tertib," kata dia.
Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metro Jaya menyiagakan sebanyak 11.261 personel untuk mengamankan kegiatan penyampaian pendapat oleh elemen buruh di kawasan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Selasa.
Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Brigjen Pol. La Ode Aries El Fathar mengatakan selain penempatan personel pengamanan lokasi, kepolisian juga menerjunkan 2.055 personel Kepolisian Lalu Lintas untuk mengatur kelancaran arus kendaraan di sekitar kawasan kegiatan.
"Pengamanan tersebut dilakukan dengan mengedepankan pendekatan yang humanis, dialogis, dan terukur," kata La Ode dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.